GREEN GRAY Red

Pelayanan Prima di Hari Pertama Kerja

Kuanglipar.com (11/07/2016). Setelah libur panjang Idul Fitri dan Cuti Bersama, hari Senin (11/07) menjadi hari pertama masuk kerja bagi dinas/instansi. KUA Nglipar juga telah melaksanakan pelayanan penuh di hari pertama kerja.

Bahkan, masyarakat justru banyak yang datang di hari pertama kerja untuk mendapatkan pelayanan terkait dengan pernikahan maupun administrasi lainnya. Menurut Kepala KUA Nglipar, Mutohar, S,Ag, MA., seluruh pegawai di KUA Nglipar sudah siap melaksanakan pelayanan di hari pertama kerja.

 “Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Apalagi, ini hari pertama masuk kerja, banyak warga yang mudik membutuhkan pelayanan pernikahan maupun yang lainnya”, tandasnya.

Ia menegaskan bahwa sejak beberapa tahun ini, disiplin kerja di KUA NGlipar sudah tercipta dengan baik. Seluruh pegawai sudah menyadari bahwa pelayanan terbaik kepada masyarakat adalah kewajiban yang harus dijalankannya. [Munir]

Proses Pencairan Tunjangan Penghulu Lamban

Penghulu menikahkan pasangan pengantin
Penghulu menikahkan pasangan pengantin
 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) M Jasin menilai prosedur pencairan tunjangan profesi dan transportasi penghulu atas dampak PP 48/2014 terlalu lama. Dikhawatirkan, hal tersebut memicu gratifikasi yang lebih parah. 

Selengkapnya...

Pendirian Masjid Menyesuaikan Kebutuhan Masyarakat

Pendirian Masjid Menyesuaikan Kebutuhan Masyarakat

JADWAL PENYELESAIAN RKAKL PAGU DEFINITIF TAHUN 2015

PEMILIHAN KELUARGA SAKINAH TELADAN TINGKAT DIY DI SLEMAN


Tim Penilai Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2014 melakukan penilaian pada hari pertama di Kabupaten Sleman bertempat di kediaman H. Bambang Hardjoko, BE di Pakem Tegal RT 041 Pakembinangun Pakem Sleman.

Tim diterima langsung oleh Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Drs. H. M. Luthfi Hamid, M.Ag dan para pejabat di wilayah Kabupaten Sleman.

Dalam sambutan selamat datangnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Drs. H. M. Luthvi Hamid, M.Ag. mengungkapkan, keluarga H. Bambang Hardjoko, SE merupakan salah satu keluarga terbaik sehingga berhak mewakili Kabupaten Sleman dalam penilaian Keluarga Sakinah Tahun ini, dan beliau berharap keluarga ini mampu berkiprah sampai tingkat nasional.

Sementara, dalam pemaparan profilnya,  Hj. Widjayati Hardjoko mengungkapkan kisah hidupnya yang dijalani bersama suaminya dalam suka dan duka, termasuk perjuangan beliau ketika mengasuh anak-anaknya tanpa keberadaan suaminya yang bertugas di Balikpapan Kalimantan Timur.

H. Bambang Hardjoko, BE yang lahir pada tanggal 26 Juli 1955 telah menikahi Hj. Widjayati pada tanggal 15 Maret 1979, sehingga suami istri ini telah mengarungi bahtera kehidupan berkeluarga selama 36 tahun dan telah dikaruniai 3 (tiga) orang anak (2 laki-laki dan 1 perempuan) yang masing-masing telah menyelesaikan pendidikan S2 dan telah bekerja maupun berwiraswasta. Ketiganya adalah Piet Iryanto, ST., MM (anak pertama), Aryo Seto, ST., M.Eng. (anak kedua) dan Devi Kartika, ST., MBA (anak ketiga).

Dalam kehidupan sehari-hari, keluarga ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan seperti mengikuti berbagai pengajian, dan menjadi pengurus berbagai organisasi seperti MWC NU Pakem, MUI, IPHI, BP4, DMI, PKK dan Posyandu.

Menurut Kabid Urusan Agama Islam, Drs. H. Masdjuri, M.Si. selaku Ketua Tim Penilai mengharapkan agar kegiatan Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan ini dapat memotivasi dan memberikan teladan bagi seluruh warga masyarakat untuk mewujudkan keluarga sakinah mawadah wa rahmah.

Adapun tim penilai yang hadir pada saat penilaian antara lain Prof. Dr. Dr. H. Soewadi, M.P.H., Sp.KJ, H. Nur Ahmad Ghojali, MA dan Dra. Hj. Luthvia Dewi (menilai Perkawinan dan Kehidupan Rumah Tangga), Drs. H. Masdjuri, M.Si. dan Drs. H. Widjdan Al Arifin (menilai Pemahaman dan Pengamalan Ajaran Agama islam), Drs. H. Sa’ban Nuroni MA, Hj. Suryantinah, MM dan Drs. Hj. Zamzamah (menilai Penghayatan dan Pengamalan Hidup berbangsa), Nelly Tristiana, S.Kep., Ners. Dan H. Ahmad Fauzi, MSI (menilai Pengetahuan Umum).

Menurut Kasi Pemberdayaan KUA, H. Nur Ahmad Ghojali, MA penilaian ini meliputi berbagai aspek antara lain :  Pertama Aspek Pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam di antaranya meliputi:   memahami, pokok-pokok ajaran Islam di bidang akidah, syariah, dan akhlak;  menunjukan adanya kekuatan iman;  dan menjalankan ibadah wajib dan sunnah secara berkesinambungan, serta berakhlak mulia;.

Kedua, Aspek Penghayatan dan Pengamalan Kehidupan Berbangsa meliputi : menghayati dan mengamalkan Pancasila dan mengembangkan mengembangkan sikap saling menghormati dan tolong menolong tanpa membedakan suku, agama, dan bangsa; menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan

Ketiga,  Perkawinan dan kehidupan rumah tangga antara lain meliputi usia perkawinan minimal 30 tahun, mempunyai anak, dan tidak pernah cerai serta ikut mendukung program KB, atau seorang perempuan yang suaminya telah meninggal dunia dan telah kawin lagi selama 10 tahun, ia senantiasa memelihara kehormatan diri (iffah), atau tidak mempunyai anak tetapi mengambil beberapa anak untuk diasuh dan dididik serta berhasil; istri dan suami mampu menciptakan suasana bahagia, kerukunan dan ketenangan dalam rumah tangganya dengan rasa kasih sayang yang tulus ikhlas, serta jujur dan terbuka;

Aspek Keempat Pengetahuan Umum meliputi :  mempunyai pengetahuan tentang perundang-undangan, pancasila dan hukum perkawinan, dapat berkiprah dalam masyarakat di lingkungannya serta organisasi masyarakat Islam, dapat memberikan solusi pada permasalahan-permasalahan aktual yang berkembang di tengah masyarakat.

Adapun metode dan mekanisme penilaian meliputi penilaian daftar riwayat hidup serta dokumen kelengkapan lainnya yang diterima oleh Panitia yang mencakup fotocopy buku nikah, ijazah, piagam, dan lain sebagainya; Observasi ke tempat kediaman peserta; dan wawancara dan test tertulis;

Penilaian berikutnya akan dilaksanakan pada hari Selasa (29/04/2014) di kediaman Keluarga Suwardoyo, Piyaman Wonosari Kabupaten Gunungkidul, hari Rabu (30/04/2014) di rumah Keluarga Nur Raharjo Kotagede Kota Yogyakarta. Pada hari Kamis (8/05/2014) Tim penilai akan melakukan penilaian di Kabupaten Kulon Progo (Keluarga H. Wagiran) dan Jumat (09/05/2014) di Kabupaten Bantul bertempat di kediaman Keluarga H. Subandi.

 

 

 

 

 

Sinkronisasi Dan Koordinasi Penyusunan Pagu Indikatif Program Bimbingan Masyarakat Islam

Kakanwil Kemenag DIY saat memberikan Sambutan pada saat Pembukaan

Bidang Urais dan Binsyar Kanwil kementerian Agama pada hari Selasa, 25 Februari kemarin mengadakan Rapat Sinkronisasi dan Kordinasi Penyusunan Pagu Indikatif Program Bimbingan Masyarakat Islam tahun 2015 di Asrama Haji Yogyakarta, Jl. Ringroad Utara Mlati Yogyakarta.

Selengkapnya...

Login Form

Waktu Shalat

Islamic Tools

Visitor Online

Ada 14 tamu dan 0 member online

Visitor Counter

000087318
Hari ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Kunjungan
34
164
592
85912
1505
1542
87318

IP Anda: 54.242.205.33
14-12-2017 @ 02:36:00